Rabu, 03 November 2010

MORFOLOGI DAN ANATOMI MIKROORGANISME SERTA PERANANNYA DALAM KEHIDUPAN MANUSIA

TUGAS MATA KULIAH MIKRO BIOLOGI UMUM
MAKALAH
(MORFOLOGI DAN ANATOMI MIKROBA)

MORFOLOGI DAN ANATOMI MIKROORGANISME SERTA PERANANNYA DALAM KEHIDUPAN MANUSIA









Disusun Oleh :

                          AKHYAR                        (09330011)
                          AINUL IZZAH               (09330028)
                          ARIYANTI DIANITA    (09330046)
                          YOGI FERILASA          (09330048)
                         

JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat dan hidayahnya kepada umatnya. Alhamdulillah kami dapat menyelesaikan tugas penulisan makalah untuk mata kuliah Mikrobilogi. Salawat serta salam tetap kami curahkan junjungan nabi muhammat saw yang telah membimbing umatnya dari jalan kegelapan menuju jalan yang terang benderang yakni ajaran agama islam.
            Selanjutnya ucapan trimakasih yang tak terhingga kami ucapkan kepada bapak DR.H. Moch. Agus Krisno Budiyanto, M.Kes. yang telah membimbing kami pada mata kuliah Mikrobiologi dan segenap yang mendukung terselesainya makalah ini.
            Sebagai manusia yang tak luput dari kesalahan, tidak ada kata yang dapat kami ucapkan selain kata maaf yang sebesar – besarnya apabila dalam penulisan makalah ini terdapat kesalahan baik dari segi penulisan maupun isi dari penulisan makalah ini. Kami sangat membutuhkan kritik dan saran para pembaca yang bersifat membangun demi penulisan makalah selanjutnya. Besar harapan kami semoga apa yang kami sajikan dapat memberikan manfaat dan menambah pengetahuan bagi seluruh pihak yang membaca. Dan semoga Allah senantiasa memberi hidayah kepada setiap hambanya yang mau selalu berusaha dan belajar.


                                                                                 Malang,3  Oktober  2010

                                                                                    Tim Penyusun                      



DAFTAR ISI


Halaman Judul..................................................................................................... i
Kata Pengantar.................................................................................................... ii
Daftar Isi.............................................................................................................. iii

BAB I PENDAHULUAN................................................................................. 1
1.1 Latar Belakang............................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah.......................................................................................... 2
1.3 Tujuan Masalah.............................................................................................. 2

BAB II PEMBAHASAN................................................................................... 3
2.1 Pengertia Bakteri........................................................................................... 3
    1. Morfologi Bateri ......................................................................................... 3
    2. Anatomi Bakteri.......................................................................................... 4
    3. Peranan Bakteri Dalam Kehidupan Manusia .............................................. 7
2.2 Pengertian Virus............................................................................................ 9
    1. Morfologi Virus........................................................................................... 11
    2. Anatomi Virus............................................................................................. 11
    3. Peranan Bakteri Dalam Kehidupan Manusia............................................... 13
2.3 Pengertian  Jamur .......................................................................................... 15
    1. Morfologi Jamur ......................................................................................... 16
    2. Anatomi Jamur ............................................................................................ 17
    3. Peranan jamur Dalam Kehidupan  Manusia ................................................ 18

BAB III PENUTUP........................................................................................... 21
3.1 Kesimpulan.................................................................................................... 21
3.2 Saran.............................................................................................................. 25

Daftar Pustaka


BAB I
PENDAHULUAN

1.1             Latar Belakang

Didunia terdapat banyak mahkluk hidup diantaranya manusia, tumbuhan dan hewan. Diantara mahkluk tersebut terdapat makhluk yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang seperti mikroba.

Mikroorganisme atau mikroba adalah organisme yang berukuran sangat kecil sehingga untuk mengamatinya diperlukan alat bantuan. Mikroorganisme disebut juga organisme mikroskopik. Mikroorganisme seringkali bersel tunggal (uniseluler) maupun bersel banyak (multiseluler). Namun, beberapa protista bersel tunggal masih terlihat oleh mata telanjang dan ada beberapa spesies multisel tidak terlihat mata telanjang. Virus juga termasuk ke dalam mikroorganisme meskipun tidak bersifat seluler.

Mikroorganisme biasanya dianggap mencakup semua prokariota, protista dan alga renik. Fungi, terutama yang berukuran kecil dan tidak membentuk hifa, dapat pula dianggap sebagai bagiannya meskipun banyak yang tidak menyepakatinya. Kebanyakan orang beranggapan bahwa yang dapat dianggap mikroorganisme adalah semua organisme sangat kecil yang dapat dibiakkan dalam cawan petri atau inkubator di dalam laboratorium dan mampu memperbanyak diri secara mitosis.

Mikroorganisme berbeda dengan sel makrooganisme. Sel makroorganisme tidak bisa hidup bebas di alam melainkan menjadi bagian dari struktur multiselular yang membentuk jaringan, organ, dan sistem organ.

Dalam mikroorganisme bakteri, jamur dan virus termasuk kedalam kelas tersebut. Bentuk organisme tersebut bebeda-beda tergantung pada dimana tempat hidup mereka.

Tubuh bakteri yang sangat kecil dan cara hidup yang beraneka ragam memungkinkan bakteri untuk hidup di mana saja sehingga bakteri dapat ditemukan di mana-mana, misalnya, di dalam tanah, dalam air, dalam sisa-sisa makhluk hidup, dalam tubuh manusia, bahkan dalam sebutir debu. Luasnya distribusi bakteri ini menyebabkan bakteri sering disebut juga dengan kosmopolit. Pada umumnya, bakteri bersifat heterotrof dan dapat hidup sebagai saprofit atau parasit. Ada juga bakteri yang dapat membuat makanan sendiri yang disebut bakteri autotrof. Bakteri merupakan organisme yang paling banyak jumlahnya dan lebih tersebar luas dibandingkan mahluk hidup yang lain . Bakteri memiliki ratusan ribu spesies yang hidup di darat hingga lautan dan pada tempat-tempat yang ekstrim. Bakteri ada yang menguntungkan tetapi ada pula yang merugikan. Bakteri memiliki ciri-ciri yang membedakannya dengan mahluk hidup yang lain. Bakteri adalah organisme uniselluler dan prokariot serta umumnya tidak memiliki klorofil dan berukuran renik (mikroskopis).

Virus juga bagian dari mikroorganisme. Virus bukan sebagai organisme yang independen, karena menggunakan sel tumbuhan atau hewan hidup untuk multiplikasi dan untuk pertumbuhanya. Ukuran virus kecil sehingga dapat melewati saringan bakteri dan mereka yang memiliki salah satu materi genetik, yakni ADN atau ARN saja. Virus sebagian besar terdiri dari asam nukleat yang dinamakan materi genetik. Asam nukleat ini dikelilingi oleh suatu selubung protein yang dinamakan kasid.

1.2             Rumusan Masalah
a.       Bagaimanakah morfologi dan anatomi bakteri serta peranannya dalam kehidupan manusia?
b.      Bagaimanakah morfologi dan anatomi virus serta peranannya dalam kehidupan manusia?
c.       Bagaimanakah morfologi dan anatomi bakteri serta peranannya dalam kehidupan manusia?

1.3            Rumusan Masalah 
a.       Untuk mengetahui morfologi dan anatomi bakteri serta peranannya dalam kehidupan manusia.
b.      Untuk mengetahui morfologi dan anatomi virus serta peranannya dalam kehidupan.
c.       Untuk mengetahui morfologi dan anatomi bakteri serta peranannya dalam kehidupan manusia.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Bakteri
Bakteri berasal dari kata Latin bakterion (bahasa yunani) yang berarti tongkat atau batang, merupakan kelompok terbanyak dari organisme yang hidup. Mereka tersebar di mana-mana di tanah, air, udara dan bisa juga sebagai simbiosis dari organisme lain.

1.             Morfologi
Berdasarkan bentuknya, bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar, yaitu:
a.    Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola, dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:
1)         Mikrococcus, jika kecil dan tunggal.
2)         Diplococcus, jika berganda dua-dua.
3)         Tetracoccus, jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar.
4)         Sarcina, jika bergerombol membentuk kubus.
5)         Staphylococcus, jika bergerombol.
6)         Streptococcus, jika bergandengan membentuk rantai.
b.    Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder, dan mempunyai variasi sebagai berikut:
1)         Diplobacillus, jika bergandengan dua-dua.
2)         Streptobacillus, jika bergandengan membentuk rantai.
c.    Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:
1)         Vibrio, (bentuk koma), jika lengkung kurang dari setengah lingkaran.
2)         Spiral, jika lengkung lebih dari setengah lingkaran.
2.             Anatomi
Secara umum anatomi bakteri adalah sebagai berikut:
a.                Kapsul atau lapisan lendir
Lapisan lendir atau kapsul adalah lapisan di luar dinding sel pada jenis bakteri tertentu, bila lapisannya tebal disebut kapsul dan bila lapisannya tipis disebut lapisan lendir. Kapsul dan lapisan lendir tersusun atas polisakarida dan air.
b.               Flagelum
Flagelum atau bulu cambuk adalah struktur berbentuk batang atau spiral yang menonjol dari dinding sel.
c.                Pilus
Pilus dan fimbria adalah struktur berbentuk seperti rambut halus yang menonjol dari dinding sel, pilus mirip dengan flagelum tetapi lebih pendek, kaku dan berdiameter lebih kecil dan tersusun dari protein dan hanya terdapat pada bakteri gram negatif. Fimbria adalah struktur sejenis pilus tetapi lebih pendek daripada pilus.
d.               Klorosom
Klorosom adalah struktur yang berada tepat dibawah membran plasma dan mengandung pigmen klorofil dan pigmen lainnya untuk proses fotosintesis. Klorosom hanya terdapat pada bakteri yang melakukan fotosintesis.
e.                Endospora
Endospora adalah bentuk istirahat (laten) dari beberapa jenis bakteri gram positif dan terbentuk didalam sel bakteri jika kondisi tidak menguntungkan bagi kehidupan bakteri. Endospora mengandung sedikit sitoplasma, materi genetik, dan ribosom. Dinding endospora yang tebal tersusun atas protein dan menyebabkan endospora tahan terhadap kekeringan, radiasi cahaya, suhu tinggi dan zat kimia. Jika kondisi lingkungan menguntungkan endospora akan tumbuh menjadi sel bakteri baru.
f.                Dinding sel
Dinding sel bakteri terdiri atas bermacam-macam bahan organik seperti selulosa,hemiselulosa,khitin, (yaitu karbohidrat yang mengandung unsur N). tersusun atas peptidoglikan yaitu gabungan protein dan polisakarida. Fungsi dinding sel ialah untuk memberi bentuk tertentu pada sel sehingga membentuk komponen struktural yang kuat dan kaku yang dapat menahan tekanan osmosis yang tinggi yang disebabkan ion kimia organik dalam sel, untuk memberi perlindungan, untuk mengatur keluar masuknya zat-zat kimia. Tanpa adanya dinding sel dalam keadaan normal dinding sel akan menyerap air dan akan mudah pecah.
g.               Membran sitoplasma
Membran sitoplasma memegang peranan di dalam pembelahan sel. Merupakan pembungkus daripada protoplasma dan membran inti dan ikut menyusut bersama-sama protoplasma pada saat mengalami plasolisis. Membran plasma adalah membran yang menyelubungi sitoplasma tersusun atas lapisan protein dan fospolifida (yang mengandung gliserol, asam lemak dan fosfat). Fungsinya antara lain mengatur pengangkutan sebagian besar senyawa yang memasuki dan meninggalkan sel.
h.               Lapisan lendir
Kebanyakan bakteri mepunyai lapisan lendir yamg menyelubungi dinding sel seluruhnya. Jika lapisan lendir ini cukup tebal, maka bungkus itu disebut kapsul. Lendir ini tidak mudah menghisap zat warna. Hanya dengan pewarnaan khusus, lapisan lendir itu dapat diperlihatkan. Lapisan lendir terdiri atas karbonhidrat dan juga mengandung unsur N dan P. Bagi bakteri, kapsul berfungsi untuk melindungi sel dan juga sebagai gudang cadangan makanan. Kapsul bakteri-bakteri penyebab penyakit tertentu menambah kemmpuan bakteri tersebut untuk meninfeksi salah satu bakteri yang memiliki kapsul ini adalah bakteri ganas (virulent).
i.                 Flagel
Flagel yang berasal dari kata flagellum yang berarti bulu cambuk. Flagel merupakan benang-benang protoplasma yang berpangkal pada titik  tepat di bawah membran sel. Flagela tersebut digunakan oleh bakteri untuk pergerakan (motilitas). Tidak semua bakteri mempunyai flagellum tapi banyak dari jenis spesies basillus dan spirilum memilikinya namun jarang dijumpai pada kokus. Pada golongan kokus tidak banyak yang dapat bergerak, mereka yang bergerak mempunyai satu sampai lima flagel. Dari golongan spiril banyak yang bisa bergerakkarena mempunyai flagel pada salah satu atau pada kedua ujung sel. Golongan basil yang dapat bergerak mempunyai falgel yang tersebar pada ujung-ujung maupun pada sisi. Berdasarkan tempat kedudukan flagel tersebut, para ahli mengklasifikasikannya sebagai berikut:
Ø    Jika flagel hanya satu dan flagel tersebut melekat pada ujung sel, maka bakteri disebut monotrik.
Ø    Jika flagel melekat pada salah satu ujung itu banyak maka bakteri disebut lofotrik.
Ø    Jika banyak flagel yang melekatpada kedua ujung sel, maka bakteri disebut amfitrik.
Ø    Jika flagel tersebar dari ujung-ujung sampai pada sisi maka bakteri disebut peritrik.
Ø    Jika suatu spesies tidak mempunyai flagel maka bakteri tersebut disebut atrik.
Akan tetapi flagel bukanlah satu-satunya alat gerak yang dimiliki bakteri. Beberapa tipe memperlihatkan gerakan melata. Bakteri-bakteri itu melata di atas permukaan oleh gelombang-gelombang yang dihasilkan di dalam protoplasma.
j.                 Inti atau Nukleus
Terdapat perbedaan pendapat dari sebagian besar ahli, ada yang mengatakan bahwa bakteri itu tidak mempunyai inti atau apapun yang menyerupai inti. Ada sebagian mengatak an bahwa isi sel seluruhnya adalah inti,  sebagian lain mengatakan bahwa di dalam protoplasma terdapat butir-butir kromatin dianggap sebagai inti, pendapat ahli lain bahwa bakteri satu atau lebih daripada satu inti. setelah penelitian lebih lanjut menghasilkan kesimpulan, bahwa bukan semata-mata kecilnya inti saja yang menyulitkan pengamatan akan tetapi zat-zat lain seperti asam nukleat yang sering menutupi adanya inti tersebut. 
k.               Spora
Pada spesies-spesies bakteri tertentu ada yang menghasilkan spora. Spora bakteri ialah bentuk bakteri yang sedang dalam usaha mengamankan diri terhadap pengaruh buruk dari luar. Spora bakteri mempunyai fungsi yang sama seperti kista pada amoeba dimana kedua mikroorganisme tersebut berubah bentuk untuk melindungi diri terhadap faktor-faktor luar yang tidak menguntungkan. Jika keadaan lingkungan kurang menguntungkan maka bakteri akan membentuk spora, jika keadaan lingkungan membaik maka spora akan pecah.

3. Peranan Bakteri dalam Kehidupan Manusia
1. Bakteri Menguntungkan
a.                   Bakteri Usus
Bakteri Eschereria coli hidup di usus besar manusia, berfungsi membantu membusukkan sisa pencernaan dan juga penting dalam proses pembekuan darah.
b.                  Bakteri fermentasi
Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan:
No.
Nama produk atau makanan
Bahan baku
Bakteri yang berperan
1.
Yoghurt
susu
2.
Mentega
susu
3.
Terasi
ikan
4.
Asinan buah-buahan
buah-buahan
5.
Sosis
daging

c.                   Bakteri Penghasil antibiotik
Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain. Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah Bacillus brevis, Bacillus subtilis, Bacillus polymyxa.
d.                  Bakteri pembusuk kotoran
Berperan dalam proses pembusukan sampah dan kotoran hewan sehinggga menghasilkan energi alternatif metana berupa biogas yaitu bakteri Methanobacterium.

2.                  Bakteri Merugikan

a.                   Bakteri perusak makanan
Beberapa spesies bakteri perusak makanan. Mereka mengubah makanan dan mengeluarkan hasil metabolisme yang berupa toksin (racun). Racun tersebut berbahaya bagi kesehatan manusia. Contohnya: Clostridium botulinum, menghasilkan racun botulinin, seringkali terdapat pada makanan kalengan. Pseudomonas cocovenenans, menghasilkan asam bongkrek, terdapat pada tempe bongkrek. Leuconostoc mesenteroides, penyebab pelendiran makanan.

b.                  Bakteri Patogen

Merupakan kelompok bakteri parasit yang menimbulkan penyakit khususnya pada manusia.





Bakteri-bakteri penyebab penyakit pada manusia diantaranya adalah:

No.
Nama bakteri
Penyakit yang ditimbulkan
1.
Tifus
2.
Disentri basiler
3.
Kolera
4.
Influensa
5.
Pneumonia (radang paru-paru)
6.
TBC paru-paru
7.
Tetanus
8.
Meningitis (radang selaput otak)
9.
Gonorrhaeae (kencing nanah)
10.
Sifilis atau Lues atau raja singa
11.
Lepra (kusta)
12.
Puru atau patek

2.2 Virus
Virus selain parasit juga menginfeksi sel organisme hidup. Virus hanya dapat bereproduksi di dalam material biologis dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri. Virus tidak memiliki kemampuan untuk memperbanyak diri di luar sel-sel hidup, dapat dikatakan virus bukanlah makhluk hidup yang mandiri, melainkan makhluk hidup yang memanfaatkan sel-sel hidup untuk memperbanyak diri. Pada sel inang, virus merupakan parasit obligat dan di luar inangnya menjadi tidak berdaya.
Virus dibagi menjadi tiga bagian:
1 . Virus Bakteri
Tidak ada satu bakteri pun yang tidak mengandung virus. Virus yang menginfeksi bakteri adalah bakteriofage. Bakteriofage dapat berkembang cepat sehingga dalam waktu yang singkat dapat menghancurkan sejumlah bakteri. Bakteriofage memiliki inti asam nukleat berbentuk DNA ganda atau tunggal atau RNA tunggal. Contoh bakteriofage adalah E. coli.
2 . Virus Tumbuh-tumbuhan
Sebagian besar penyakit pada tumbuh-tumbuhan disebabkan oleh virus. Serangan virus ini dapat mengakibatkan kerugian secara ekonomi yang sangat besar, misalnya, virus yang menyerang tanaman kentang dan tembakau.
3 . Virus Patogen pada Hewan
Bahan genetik virus hewan adalah DNA ganda berpilin atau RNA polinukleotida tunggal. Virus dapat menimbulkan penyakit rabies (anjing gila), sampar pada ayam, ebola pada kera, dan penyakit kuku pada ternak. Virus ini dapat ditularkan secara kontak langsung atau melalui perantara serangga. Untuk penelitiannya, diperlukan hewan percobaan atau telur ayam yang sudah dierami. Selain itu, virus juga dapat diperbanyak dengan kultur jaringan. Perbanyakan ini dapat dilakukan di laboratorium.
4 . Virus yang Menyerang Manusia
Virus yang menyerang manusia, antara lain, virus cacar air, cacar, campak, influenza, polio, mata belek, hepatitis, demam berdarah, diare, HIV AIDS, dan virus AI. Virus pada manusia dapat ditularkan secara kontak langsung maupun tidak langsung. Mata belek, influenza, dan cacar dapat ditularkan secara kontak langsung atau lewat udara. Hepatitis dan polio dapat ditularkan melalui air sumur yang tercemar dan sendok atau piring bekas penderita ataupun keringat penderita. Demam berdarah dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Sementara itu, virus HIV AIDS dapat ditularkan melalui jarum suntik, air ludah, transfusi darah, air susu, plasenta ibu hamil pada janinnya, hubungan kelamin, serta cairan vagina dan sperma.

1.    Morfologi
Bentuk virus mengingatkan kita kepada bentuk hablur, ada yang berupa kotak berbidang banyak (polyhedrol), ada yang berupa bola, adapula yang serupa batang jarum, memanjang seperti huruf  T dan dapat juga berbentuk bulat. Tersusun dari suatu inti asam nukleat yang terletak di tengah dan dikelilingi oleh suatu kapsid, yang terbuat dari kapsomer-kapsomer. Tubuh virus terdiri atas kulit yang berupa protein dan isi tubuh ada yang berupa ADN saja atau RNA saja. Biasanya virus mengandung sejumlah kecil asam nukleat DNA atau RNA, tetapi tidak kombinasi keduanya.
Virus berukuran sangat kecil dan hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron. Ukuran virus sekitar 20 – 300 milimikron, jauh lebih kecil dari ukuran bakteri, yaitu 10 mikron. Untuk membuktikan bahwa ukuran virus sangat kecil, Iwanovski dan M. Beijerinck melakukan eksperimen dengan penyaringan. Ternyata virus tetap lolos dari saringan tersebut, sedangkan bakteri tidak karena ukurannya lebih besar daripada virus.
Struktur virus (bakteriofage) terdiri dari kepala, selubung, dan ekor. Kepala berbentuk heksagonal, terdiri dari kapsomer yang mengelilingi DNA-nya. Satu unit protein yang menyusun kapsid disebut kapsomer. Pada virus cacar, virus herpes, virus mosaic tembakau, virus influenza, virus HIV, polio, virus adenovirus selubung ekor berfungsi sebagai penginfeksi. Berdasarkan penyusun intinya, virus dibedakan menjadi virus DNA dan virus RNA. Contoh virus DNA adalah virus cacar dan contoh virus RNA adalah virus Influenza dan HIV.

2.    Anatomi
1.      Asam Nukleat
Seperti halnya bakteriofage virus juga mengandung “DNA” virus yang menginfeksi sel inang DNA akan mengalami replikasi (penggandaan). Tahukah Anda DNA juga mengalami transkripsi membentuk mRNA (RNA duta). RNA duta (mRNA) akan mengalami translasi (penerjemahan) untuk menghasilkan protein selubung virus. Di dalam sel inang, DNA dan protein virus mengkonstruksi diri menjadi virus-virus baru, mRNA juga mentranslasi membentuk enzim penghancur yang akhirnya menghancurkan membran sel. Jadi, sel inang lisis (hancur) lalu virus-virus keluar dan siap menginfeksi sel inang yang baru. Contoh: virus herpes, bakteriofage, dan virus cacar.
  1. Virus dengan Asam Nukleat
seperti halnya bakteriofage virus hewan dan tumbuhan mengandung rna dan dna, tetapi tidak kombinasi keduanya. struktur asam nukleat dalam tubuh virus bisa lurus atau bundar sebagai contoh adalah virus simian pada sel-sel ginjal kera.
  1. Protein
Protein merupakan komponen senyawa lain yang membentuk tubuh virus. Dan merupakan bagian terbesar pembentuk kapsid.
  1. Lipid
Bererapa bentuk lipid ditemukan dalam tubuh virus. Diantaranya adalah fosfolipid, glikolipid, asam-asam lemak alamiah dan lain-lain.
  1. Karbohidrat
Semua virus mengandung komponen kimia karbohidrat karena asam nukleatnya terdapat ribose dan deoksiribose yang awalnya dari karbohidrat.

Tubuh virus tersusun atas materi genetik atau molekul pembawa sifat-sifat yang dapat diturunkan berupa ADN atau ARN saja. Virus yang isi tubuhnya berupa ADN antara lain: Papova virus, Herpes virus, Adeno virus, Pox virus. Adapun tubuhnya yang berisi ARN antara lain: Paramyxo virus, Rhabdo virus, Reovirus, Picorna virus, Toga virus. Di dalam tubuh, virus tidak memiliki organel-organel sel seperti mitokondria, ribosom dan lain-lainnya.
Ekor merupakan alat untuk kontak ke tubuh organisme yang diserangnya. Ekor terdiri atas tabung bersumbat yang dilengkapi dengan serabut-serabut/benang-benang.

3.      Peranan Virus dalam Kehidupan Manusia
Beberapa virus ada yang dapat dimanfaatkan dalam rekombinasi genetika. Melalui terapi gen, gen jahat (penyebab infeksi) yang terdapat dalam virus diubah menjadi gen baik (penyembuh).
Virus sangat dikenal sebagai penyebab penyakit infeksi pada manusia. Sejauh ini tidak ada makhluk hidup yang tahan terhadap virus. Tiap virus secara khusus menyerang sel-sel tertentu dari inangnya. Virus yang menyebabkan selesma menyerang saluran pernapasan, virus campak menginfeksi kulit, virus hepatitis menginfeksi hati, dan virus rabies menyerang sel-sel saraf. Begitu juga yang terjadi pada penyakit AIDS (acquired immune deficiency syndrome), yaitu suatu penyakit yang mengakibatkan menurunnya daya tahan tubuh penderita penyakit tersebut disebabkan oleh virus HIV yang secara khusus menyerang sel darah putih. Penyakit lain yang disebabkan oleh virus adalah pilek, cacar dan demam herpes yang disebabkan virus herpes simplek. Kanker leher rahim juga diduga disebabkan sebagian oleh virus papiloma yang menyebabkan papiloma atau kutil.
Virus yang menguntungkan dapat menguntungkan manusia:
1.    Pembuatan Antitoksin
Para ahli memanfaatkan dengan menggabungkan sifat-sifat DNA yang menguntungkan antara virus dan gen lain sehingga sifat yang menguntungkan tersebut akan dimiliki oleh bakteri yang diinfeksi. Contohnya, DNA virus digabungkan dengan DNA manusia yang memiliki sifat antitoksin (pelawan racun/penyakit). Selanjutnya, virus tersebut diinfeksikan dengan sel bakteri sehingga sel bakteri ini memiliki sifat gen manusia, yaitu memiliki sifat antitoksin. Dengan demikian, bakteri yang semula tidak mempunyai sifat antitoksin sekarang sudah memiliki sifat antitoksin. Apabila bakteri tersebut membelah terus menerus, berarti setiap sel bakteri memiliki sifat antitoksin dan selanjutnya dapat diberikan pada manusia. Contohnya, Toksoid tetanus, toksin ini dapat disuntikkan pada manusia untuk mencegah penyakit tetanus.

Beberapa penyakit yang disebabkan oleh virus diantaranya:
1.    Demam Berdarah (DB)
Penyebab penyakit demam berdarah adalah infeksi virus Dengue. Virus ini ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti. Infeksi virus ini menyebabkan turunnya jumlah trombosit (pembeku darah) dalam tubuh penderita. Penderita yang telah parah akan mengalami pendarahan pada organ-organ tubuh yang berakibat pada kematian. Gejala awal yang sering timbul dari penderita DB adalah demam tinggi, timbul bercak merah, terutama pada lekukan tubuh, mimisan, dan sakit kepala, kadang-kadang disertai mual dan muntah.
2. AIDS
Penyakit Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) disebabkan oleh adanya infeksi virus Human Immunodeficiency Virus (HIV). Virus HIV dapat merusak sistem kekebalan tubuh. Kerusakan sistem jaringan tubuh ini bersifat permanen sehingga tidak dapat melindungi tubuh dari infeksi atau jenis kanker tertentu lainnya. Serangan virus HIV dapat menimbulkan kematian. Sampai sekarang penyakit ini belum ada obatnya. Penyakit AIDS tidak ditularkan melalui kontak biasa. Penyakit AIDS ditularkan melalui hubungan seksual, kontak dengan darah yang tercemar HIV (transfusi darah), dan melalui jarum suntik atau alat kedokteran lainnya yang tercemar HIV.
3. Rabies
Rabies atau penyakit anjing gila disebabkan oleh virus rabies yang menyerang sistem saraf pusat penderita. Virus ini dapat menginfeksi semua hewan berdarah panas, seperti anjing, serigala, dan kucing. Penularannya dapat melalui gigitan dari hewan yang telah terinfeksi. Masa inkubasinya adalah 10 – 14 hari. Virus rabies juga dapat menginfeksi manusia. Gejala yang ditimbulkan adalah hirdopobia (takut air), sakit kepala, tertawa tanpa sebab, lesu, demam, gugup, dan lumpuh. Pengobatan penyakit rabies dapat dilakukan dengan pemberian vaksin rabies.
4.    Herpes Zoster
Herpes zoster disebabkan oleh serangan virus Varisela yang menyerang saraf sensoris. Herpes ini biasa disebut dengan cacar air. Pada anak-anak, cacar air merupakan penyakit yang ringan, tetapi pada orang dewasa, serangan virus ini dapat mengakibatkan kematian. Gejala yang ditimbulkan oleh serangan virus ini adalah demam dan timbul gelembung kulit yang datar.
5. Polio
Virus Polio sering menyerang anak-anak. Gejala yang ditimbulkan adalah demam tinggi, mengantuk, tenggorokan sakit, mual, muntah, sakitkepala, serta tulang belakang dan tulang leher terasa kaku. Jika virus ini menyerang selaput otak dan merusak sel saraf otak depan, akan menyebabkan kelumpuhan. Sumber virus berada dalam saluran usus penderita polio. Virus dapat ditularkan melalui feses orang yang telah terserang polio. Jika makanan yang telah terkontaminasi kita makan, kita akan tertular. Selain itu, dapat juga ditularkan melalui infeksi saluran pernapasan. Masa inkubasinya antara 3 – 35 hari atau 7 – 14 hari.

2.3. Jamur
Jamur mempunyai ciri-ciri khas yaitu berupa benang tunggal bercabang-cabang yang disebut miselium atau berupa kumpulan benang-benang yang padat menjadi satu. Mereka memerlukan senyawa organik untuk nutrisinya. Jamur yang hidup dari benda organik mati yang terlarut maka disebut saprofit.



1.    Morfologi
Jamur mempunyai membran inti (eukariot), tidak berklorofil. Jamur memperoleh makanan dari lingkungan di sekitarnya. Berdasarkan cara memperoleh makanannya, jamur dibedakan menjadi jamur saprofit dan jamur parasit. tetapi tidak dapat membuat makanan sendiri karena tidak mengandung klorofil. Jamur dapat berkembang secara aseksual dan seksual.
Perkembangbiakan secara aseksual dilakukan oleh jamur yang bersel tunggal (uniseluler), yaitu dengan pertunasan dan pemutusan hifa (fragmentasi).
Perkembangbiakan secara seksual dilakukan dengan membentuk spora. Bentuk dan ukuran jamur sangat bervariasi, ada yang berbentuk seperti lembaran, misalnya jamur kuping dan ada yang berbentuk seperti payung, misalnya jamur merang.
Pada umumnya jamur dibagi menjadi 2 yaitu: khamir (Yeast) dan kapang(Mold).
a. Khamir.
Khamir adalah bentuk sel tunggal dengan pembelahan secara pertunasan. Khamir mempunyai sel yang lebih besar daripada kebanyakan bakteri, tetapi khamir yang paling kecil tidak sebesar bakteri yang terbesar.khamir sangat beragam ukurannya,berkisar antara 1-5 μmlebarnya dan panjangnya dari 5-30 μm atau lebih.Biasanya berbentuk telur,tetapi beberapa ada yang memanjang atau berbentuk bola
1). Khamir Murni
Adalah khamir yang dapat berkembang biak dengan cara seksual dengan pembentukan askospora khamir ini diklasifikasikan sebagai Ascomycetes (Saccharomyces cerevisae, Saccharomyces carlbergesis,
Hansenula anomala, Nadsonia sp).
2).Khamir Liar
Adalah khamir murni yang biasanya terdapat pada kulitanggur. Khamir ini mungkin digunakan dalam proses fermentasi, meskipun galur yang diperbaiki telah dikembangkan yang menghasilkan anggur dengan rasa yang lebih enak dengan bau yang lebih menyenangkan. Khamir liar yang ada dikulit anggur dimatikan dengan penambahan dioksida belerang pada buah anggur yang telah dihancurkan. Inokulum galur khamir yang dikehendaki ditambahkan kemudian untuk memfermentasi air perasan anggur.
3). Khamir Atas
Adalah khamir murni yang cenderung memproduksi gas sangat cepat sewaktu fermentasi,sehingga khamir itu dibawa kepermukaan. Khamir digunakan dalam pembuatan oti,untuk kebanyakan anggur minuman dan bir inggris (Saccharomyces cereviceae).
4). Khamir Dasar
Adalah khamir murni yang memproduksi gas secara lebih lamban pada bagian awal fermentasi. Jadi sel khamir cenderung untuk menetap pada dasar. Galur terpilih digunakan dalam industri bir lager (Saccharomyces carlsbergensis).
5). Khamir Palsu atau Torulae
Adalah khamir yang didalamnya tidak terdapat atau dikenal tahap pembentukan spora seksual. Banyak diantaranya yang penting dari segi medis (Cryptococcus neoformans, Pityrosporum ovale, Candida albicans).
b.Kapang.
Tubuh atau talus suatu kapang pada dasarnya terdiri dari 2 bagian miselium dan spora (sel resisten, istirahat atau dorman). Miselium merupakan kumpulan beberapa filamen yang dinamakan hifa. Setiap hifa lebarnya 5-10 μm, dibandingkan dengan sel bakteri yang biasanya berdiameter 1 μm. Disepanjang setiap hifa terdapat sitoplasma bersama.

2.    Anatomi Jamur
Jamur bersel banyak (multiseluler) terdiri atas benang-benang halus yang disebut hifa. Cabang dari hifa disebut dengan miselium yang berfungsi menyerap makanan dari substratnya. Hifa jamur ada yang bersekat dan tiap sekat mengandung satu sel, tetapi ada juga yang tidak bersekat dengan banyak inti sel. Jamur ada yang bersifat saprofit dan ada yang bersifat parasit.
3.    Peranan Jamur
     Peranan jamur dalam kehidupan manusia sangat banyak, ada yang merugikan dan ada yang menguntungkan.
1.    Jamur yang menguntungkan antara lain:
a.    Khamir Saccharomyces berguna sebagai fermentor dalam industri keju, roti, dan bir.
b.    Penicillium notatum berguna sebagai penghasil antibiotik.
c.    Higroporus dan Lycoperdon perlatum berguna sebagai dekomposer.
d.   Volvariella volvacea (jamur merang) berguna sebagai bahan pangan berprotein tinggi.
e.    Rhizopus dan Mucor berguna dalam industri bahan makanan, yaitu dalam pembuatan tempe dan oncom.
2.    Jamur yang merugikan antara lain sebagai berikut.
a.    Pneumonia carinii menyebabkan penyakit pneumonia pada paruparu manusia.
b.    Candida sp penyebab keputihan dan sariawan pada manusia.

Dalam pengetahuan ilmu mikrobilogi tidak hanya mencari sebuah pengetahuan tentang ilmu mikroorganisme. Dimana mikroba yang diantaranya adalah bakteri, virus dan jamur yang hidup diantara mahkluk tuhan lainnya seperti manusia, hewan dan binatang.para pakar mengungkap bahwa banyak organism kecil yang hanya bisa dilihat dengan alat seperti mikroskop. Tidak hanya ilmu pengetahuan saja, islam juga menjelaskan tentang adanya mahkluk yang berukuran kecil yang tidak bisa dilihat uoleh mata. Yaitu sebagaimana Allah telah menjelaskan dan yang telah tercantum pada kitab suci Al-Qur’an. Firman Allah SWT sebagai berikut:

yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagiNya dalam kekuasaan(Nya), dan dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya”.( Al-furqaan ayat 2)

Maksudnya adalah segala sesuatu yang dijadikan Tuhan diberi-Nya perlengkapan-perlengkapan dan persiapan-persiapan, sesuai dengan naluri, sifat-sifat dan fungsinya masing-masing dalam hidup.

“Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan”.(Al- Anaam ayat 38)

Maksudnya adalah sebahagian mufassirin menafsirkan Al-Kitab itu dengan Lauhul mahfudz dengan arti bahwa nasib semua makhluk itu sudah dituliskan (ditetapkan) dalam Lauhul mahfudz. Dan ada pula yang menafsirkannya dengan Al-Quran dengan arti: dalam Al-Quran itu telah ada pokok-pokok agama, norma-norma, hukum-hukum, hikmah-hikmah dan pimpinan untuk kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat, dan kebahagiaan makhluk pada umumnya.

“Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”.(An Nuur ayat 45)

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh)”.(Huud ayat 6)

Yang dimaksud binatang melata di sini ialah segenap makhluk Allah yang bernyawa.

Dari penggalan ayat diatas dapat disimpulkan bahwa sesungguhnya makhluk hidup didunia dan yang ada dialam semesta ini sudah diatur oleh Allah SWT.  Allah SWT menciptakan makhluk hidup sesuai dengan ukuran besar atau kecil seperti mikroorganisme. Dengan mempelajari pengetahuan tentang morfologi dan anatomi mikroorganisme maka kita telah menambah ilmu dan pengetahuan maupun ketakwaan kita kepada Allah SWT.























BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
1. Bakteri
Bakteri merupakan kelompok terbanyak dari organisme yang hidup. Mereka tersebar di mana-mana di tanah, air, udara dan bisa juga sebagai simbiosis dari organisme lain.
3.   Morfologi
Berdasarkan bentuknya, bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar, yaitu:
d.   Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola, dan mempunyai beberapa variasi.
e.    Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder, dan mempunyai variasi sebagai berikut:
f.    Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:
4.   Anatomi
Secara umum anatomi bakteri adalah sebagai berikut:
l.     Kapsul atau lapisan lender.
m. Flagelum
n.   Pilus
o.   Klorosom
p.   Endospora
q.   Dinding sel
r.     Membran sitoplasma
s.    Lapisan lendir
t.     Flagel
u.   Inti atau Nukleus
v.   Spora
3. Peranan Bakteri dalam Kehidupan Manusia
1. Bakteri Menguntungkan
e.    Bakteri Usus
f.     Bakteri fermentasi
g.    Bakteri Penghasil antibiotik
h.    Bakteri pembusuk kotoran
3.        Bakteri Merugikan
c.    Bakteri perusak makanan
d.   Bakteri Patogen
2.  Virus
Virus hanya dapat bereproduksi di dalam material biologis dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri. Virus tidak memiliki kemampuan untuk memperbanyak diri di luar sel-sel hidup, dapat dikatakan virus bukanlah makhluk hidup yang mandiri, melainkan makhluk hidup yang memanfaatkan sel-sel hidup untuk memperbanyak diri Pada sel inang, virus merupakan parasit obligat dan di luar inangnya menjadi tidak berdaya.
Virus dibagi menjadi empat bagian:
1 . Virus Bakteri
Tidak ada satu bakteri pun yang tidak mengandung virus. Virus yang menginfeksi bakteri adalah bakteriofage. Bakteriofage dapat berkembang cepat sehingga dalam waktu yang singkat dapat menghancurkan sejumlah bakteri. Bakteriofage memiliki inti asam nukleat berbentuk DNA ganda atau tunggal atau RNA tunggal. Contoh bakteriofage adalah E. coli.
2 . Virus Tumbuh-tumbuhan
Sebagian besar penyakit pada tumbuh-tumbuhan disebabkan oleh virus. Serangan virus ini dapat mengakibatkan kerugian secara ekonomi yang sangat besar, misalnya, virus yang menyerang tanaman kentang dan tembakau.
4.      Virus Patogen pada Hewan
Bahan genetik virus hewan adalah DNA ganda berpilin atau RNA polinukleotida tunggal. Virus dapat menimbulkan penyakit rabies (anjing gila), sampar pada ayam, ebola pada kera, dan penyakit kuku pada ternak. Virus ini dapat ditularkan secara kontak langsung atau melalui perantara serangga. Untuk penelitiannya, diperlukan hewan percobaan atau telur ayam yang sudah dierami. Selain itu, virus juga dapat diperbanyak dengan kultur jaringan. Perbanyakan ini dapat dilakukan di laboratorium.
5.      Virus yang Menyerang Manusia
Virus yang menyerang manusia, antara lain, virus cacar air, cacar, campak, influenza, polio, mata belek, hepatitis, demam berdarah, diare, HIV AIDS
1.      Morfologi
Bentuk virus bermacam-macam ada yang berupa kotak berbidang banyak (polyhedrol), ada yang berupa bola, adapula yang serupa batang jarum, memanjang seperti huruf T dan dapat juga berbentuk bulat. Tubuh virus terdiri atas kulit yang berupa protein dan isi tubuh ada yang berupa ADN saja atau RNA saja. Biasanya virus mengandung sejumlah kecil asam nukleat DNA atau RNA, tetapi tidak kombinasi keduanya.
Struktur virus (bakteriofage) terdiri dari kepala, selubung, dan ekor. Kepala berbentuk heksagonal, terdiri dari kapsomer yang mengelilingi DNA-nya. Satu unit protein yang menyusun kapsid disebut kapsomer.

2.      Anatomi
Virus berukuran sangat kecil dan hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron. Ukuran virus sekitar 20 – 300 milimikron, jauh lebih kecil dari ukuran bakteri, yaitu 10 mikron. Untuk membuktikan bahwa ukuran virus sangat kecil, Iwanovski dan M. Beijerinck melakukan eksperimen dengan penyaringan. Ternyata virus tetap lolos dari saringan tersebut, sedangkan bakteri tidak karena ukurannya lebih besar daripada virus.
Struktur virus terdiri atas:
Asam Nukleat
Virus dengan Asam Nukleat

Bagian tubuh virus
1. Bagian kepala.
2. Isi tubuh.
3. Ekor.
  1. Peranan Virus dalam Kehidupan Manusia
Virus yang menguntungkan dapat menguntungkan manusia:
a.       Pembuatan Antitoksin
Para ahli memanfaatkan dengan menggabungkan sifat-sifat DNA yang menguntungkan antara virus dan gen lain sehingga sifat yang menguntungkan tersebut akan dimiliki oleh bakteri yang diinfeksi. Contohnya, DNA virus digabungkan dengan DNA manusia yang memiliki sifat antitoksin (pelawan racun/penyakit
Beberapa penyakit yang disebabkan oleh virus diantaranya:
b.      Demam Berdarah (DB)
Penyebab penyakit demam berdarah adalah infeksi virus Dengue. Virus ini ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti.
c.       . AIDS
Penyakit Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) disebabkan oleh adanya infeksi virus Human Immunodeficiency Virus (HIV).
d.      . Rabies
Rabies atau penyakit anjing gila disebabkan oleh virus rabies yang menyerang sistem saraf pusat penderita.
e.       Herpes Zoster
Herpes zoster disebabkan oleh serangan virus Varisela yang menyerang saraf sensoris.
f.        Polio
Virus Polio sering menyerang anak-anak. Gejala yang ditimbulkan adalah demam tinggi, mengantuk, tenggorokan sakit, mual, muntah, sakitkepala, serta tulang belakang dan tulang leher terasa kaku.
3. Jamur
1.      Morfologi
Jamur mempunyai membran inti (eukariot), tidak berklorofil. Jamur memperoleh makanan dari lingkungan di sekitarnya. Berdasarkan cara memperoleh makanannya, jamur dibedakan menjadi jamur saprofit dan jamur parasit. tetapi tidak dapat membuat makanan sendiri karena tidak mengandung klorofil. Jamur dapat berkembang secara aseksual dan seksual.
2.      Anatomi Jamur
Jamur ada yang bersel satu, tetapi umumnya bersel banyak. Struktur tubuh jamur bersel banyak terdiri atas miselium dan spora. Jamur bersel banyak (multiseluler) terdiri atas benang-benang halus yang disebut hifa. Jamur ada yang bersifat saprofit dan ada yang bersifat parasit.
3.      Peranan Jamur
     Peranan jamur dalam kehidupan manusia sangat banyak, ada yang merugikan dan ada yang menguntungkan.
3.    Jamur yang menguntungkan antara lain:
f.      Khamir Saccharomyces.
g.    Penicillium notatum Higroporus dan Lycoperdon perlatum.
h.    Volvariella volvacea (jamur merang.
i.      Rhizopus dan Mucor.
4.    Jamur yang merugikan antara lain sebagai berikut.
c.    Pneumonia carinii.
d.   Candida sp.

3.2        Saran
Diseluruh bumi terdapat mahkluk hidup diantaranya manusia, tumbuhan dan hewan. Diantara mahkluk tersebut terdapat makhluk yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang seperti mikroba. Mikroorganisme juga berguna bagi kehidupan manusia meskipun ada keuntungan dan kerugiannya. Oleh karena itu manusia yang lebih sempurna dan mempunyai akal fikiran hrus memanfaatkan mikroorganisme tersebut dengan sebaik-baiknya.


DAFTAR PUSTAKA

Agus krisno B, Moch. DR. H. M. Kes. 2002. “Mikrobiologi Terapan”. UMM. Press. Malang.

Agus krisno B, Moch. DR. H. M. Kes.2010. ” (Hand Out-2) Morfologi Dan Anatomi Mikroorganisme” .UMM. Press. Malang.

Annonymous, 2009, “Morfologi Dan Anatomi  Mikrobiologi”(Di Akses Tanggal 3 Oktober 2010 pkl. 09.00 wib)

Annonymous, 2009, “Morfologi Dan Anatomi  Bakteri Virus Dan Jamur”(Di Akses Tanggal 3 Oktober 2010 pkl. 09.00 wib)

Ari Sulistyorini. 2008. “Biologi 1”( SMA kelas 1). Departemen Pendidikan. Jakarta.

Lud Waluyo. 2009.” Mikrobiologi Lingkungan”. UMM Press.

Sri Widiyati. 2007. “ Biologi X” Departemen Pendidikan. Jakarta.

Waluyo, Lud. Drs. M. Kes. 2004. “Mikrobiologi Umum”UMM  Press. Malang.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar